Minggu ini kemungkinan besar EUR/USD akan semakin melemah terhadap USD, terutama dipengaruhi data fundamental yang akan dikeluarkan minggu ini, di zona Eropa maupun data USA sendiri. Jika support 1.2660 ( high 21 Mei 2010, low 20 Agustus 2010 ) ditembus, maka akan menuju minor support di area 1.2610. Support berikutnya di 1.2455 ( high 21 Juni 2010, high bulan Juni ), yang juga merupakan area Fibo61.8% 7 Juni-6 Agustus 2010. Jika support tersebut dapat di tembus lagi maka akan menuju area 1.2212 ( Fibo 76.4% 7 Juni-6 Agustus 2010 ) – 1.2170 ( low 18,19,25,26,27 Mei 2010 dan 29,30 Juni 2010).
Resistence kuat I ada di area 1.2905 ( high 17-19 Agustus 2010), jika dapat ditembus, EUR akan mencoba kembali ke area 1.3000 ( high 16,19,20 Juli 2010), yang merupakan pivot point dari Euro, ke arah level 1.3030. Resistence berikutnya di 1.3110 ( low 28 April 2010). Resistence selanjutnya di area 1.3305 yang merupakan tertingginya di bulan Agustus ini.
Untuk sekarang ini EURUSD masih menunggu tentang Berita Non Farm Payroll dimana keputusan juga ditunjang dari berita Kongres yang akan diadakan. Berita Kongress tersebut menrancang Undang-Undang untuk meningkatkan peraturan perusahaan finansial dalam membatasi bisnisnya terhadap ‘derivative instrument’.
- mata uang EUR rebound signifikan karena spekulasi para trader bahwa penurunan mata uang tunggal Eropa tersebut sangat tajam di jangka pendek ini. Namun demikian bursa saham dunia masih mengalami tekanan dipengaruhi oleh larangan Jerman melakukan naked short‐selling pada sejumlah saham dan obligasi. Rebound EUR secara signifikan semalam hingga pagi ini juga disebabkan oleh aksi beli para trader menyusul berkembangnya spekulasi bahwa petinggi moneter Eropa akan melakukan ‘aksi’ untuk mencegah tekanan tajam EUR. Namun juru bicara ECB menolak mengomentari rumor tersebut.
- ECB pernah melakukan aksi intervensi untuk menghambat tekanan mata uang EUR pada September 2000 silam, namun langkah tersebut dilakukan secara bersama‐sama dengan The Fed, BoJ, BoE dan Bank sentral Kanada. Ketika itu EUR/USD turun hingga areal 0.8500an. Rebound EUR semalam juga terakselerasi setelah rilis FOMC‐Minutes dari pertemuan reguler terakhir The Fed beberapa waktu lalu. Dalam laporan tertulis tersebut, The Fed meng‐upgrade pertumbuhan ekonomi AS tahun 2010 menjadi 3.2%‐3.7% dari estimasi sebelumnya 2.8%‐3.5%. Hal ini seharusnya memberikan sentimen positif ke bursa saham Wall Street. Namun kekhawatiran terhadap kondisi defisit Eropa nampaknya masih menjadi fokus investor hingga perdagangan semalam.
- Indeks utama bursa saham Wall Street ditutup melemah rata‐rata 0.5% masih dipengaruhi oleh concern terhadap kebijakan Jerman melarang naked short‐selling pada sejumlah saham dan obligasi lokal maupun regional Eropa. Saham‐saham industry masih menjadi pemicu tekanan karena besarnya exposure mereka di pasar Eropa. EUR/USDrebound hingga kelevel 1.2429 pagiini,setelahtertekanhingga1.2143/46Rabukemarin,yangmerupakanlevelterendahnyasejakApril2006. Rebound EUR tersebut menyebabkan terkoreksinya mata uang safe‐haven USD dan JPY dari penguatannya.
Market Outlook Forex
Euro dibuka menguat di 1.3659, terjadi Gap sebesar 160 pip dari harga penutupan Jumat 1.3490. Penguatan Euro secara tajam ini dikarenakan rencana penyelamatan Yunani oleh negara-negara UniEropa dan pernyataan keras dari Trichet bahwa Yunani default tidak akan terjadi. Rencananya Uni Eropa akan memberikan paket penyelamatan kepada Yunani dalam bentuk pinjaman sebesar US$30 Milyar dengan bunga 5%. Upaya penyelamatan Yunani ini diharapkan akan mengembalikan kepercayaan mata uang Eropa.
Upaya penyelamatan Yunani direspon positif oleh para trader dengan menguatnya nilai Euro secara tajam, dan penguatan ini diprediksi akan berlanjut dalam minggu ini. Euro diprediksi akan bergerak dalam range 1.3505-1.3830.
Penguatan Euro ini juga memberi dampak terhadap GBP/USD dan Aud/USD. GBP/USD dan Aud/USD menguat tajam dan mengalami gap pada pembukaan market Senin pagi.
Australia:
- Reserve Bank of Australia (RBA) menaikkan tingkat suku bunga Selasa ini. Sebelumnya, Para Ahli ekonom AAP minggu lalu mempekirakan RBA akan menaikkan tingkat suku bunga seperempat poin persentase setelah board meeting di Sydney tanggal 6 April.
Kandidat : BUY LIMIT AUDUSD @0.9150-0.9180 TP: 70Pips SL:50Pips
Jepang:
BUY USDJPY @93.60 TP:60Pips SL:50Pips
Forex Market Analysis
Euro
Selama sepekan kemarin Euro mengalami tekanan terhadap US Dollar. Euro sempat merosot ke 1.3267 tetapi pada akhir minggu kemarin Euro menguat tajam dan ditutup diatas di 1.3422. Penguatan Euro ini dikarenakan hasil dari EU-Summit yang mengatakan bahwa negara-negara Uni-Eropa akan membantu Yunani dan IMF pun akan turun tangan bila kondisi Yunani memburuk. Berita ini cukup membuat Euro terbang, tetapi hal ini tidak serta-merta menjadikan Euro dalam zona Bullish. Masih terlalu dini untuk menyatakan “Bullish on Euro”. Seperti telah diketahui sebelumnya bahwa negara-negara Eropa yang bermasalah bukan hanya Yunani, masih ada Portugal dan Spanyol, Bila nantinya kondisi kedua negara tersebut menyusul Yunani maka Euro sekali lagi akan terdepresiasi. Hal lain yang akan menahan laju penguatan Euro adalah belum ada kepastian bagi para trader mengenai efektivitas rencana penyelamatan Yunani oleh negara-negara Uni Eropa.
Minggu ini pergerakan forex akan sangat terbatas berkenaan dengan adanya libur Paskah di hari Jumat dan adanya Non-Farmpayroll yang selalu ditunggu-tunggu para trader pada hari Jumat.
Secara technical bila Euro mampu menembus 1.3500 maka area pergerakan Euro minggu ini berkisar 1.3440 – 1.3760 tetapi bila ternayata Euro gagal, maka diperkirakan Euro akan bergerak antara 1.3050-1.3480.
EUR/USD grew at the European session up to 1.3522. The rate was adjusted after its fall at
might. At the Asian session it fell up to 1.3444, which is its minimum from May 18, 2009.
USD was supported by the decision to increase the discount rate increase to 0.25% up to 0.75%.



